Thursday, May 14, 2009

Medio May 2009

Entah telah berapa kali kucoba menghindar. Citra itu tetap saja hadir, tiap sudut seakan bercerita. Tiap halaman seakan mengkabarkan. lalu pada malam ini, ku coba melalui gelegak pesta dan senda gurau yang juga sia-sia.


setelah sekian tahun tak tertengok, ruang sepi di kalbu seperti ada penghuninya. Ia datang suatu waktu dan menyusun cerita-cerita ringan di pojok ruang sepi itu. Aku juga tak begitu hirau, hingga perjumpaan terjadi dan secepat itu juga ia mengisi ruang sepi ini.

Lain waktu berikutnya ia menyapa dengan sambil bergurau, siapa suruh menyimpan kangen. Gurauan itu menghujam dan menyentak. Betul lama ku tak merasakan apa itu kangen. Lantas dengan asal ku jawab saja, kalau kangen biasanya kusibukkan diri.

Sampai suatu malam, aku tersudut dan harus menutup ruang itu selamanya. Betul aku rindu, karenanya ku berdoa semoga kau diberi kebahagian di dunia mu.


Baca Lebih Lanjut......

Wednesday, April 08, 2009

Oracle Delivers World Record Java Virtual Machine Performance for an x86-Based System on Linux with SPECjbb2005 Benchmark

Oracle® JRockit on NEC Delivers Up To Three Times More Performance than Competing Sun JVM and IBM JVM Results

Redwood Shores, CA - March 16, 2009

News Facts

Today, Oracle announced that Oracle® JRockit, Java Virtual Machine (JVM), achieved a world-record performance for an x86-based system running Linux on the SPECjbb2005 benchmark, (1) an industry-standard measurement of server side Java-based application performance.

Oracle JRockit delivered 2,150,260 SPECjbb2005 bops, running on a 16-socket NEC Express5800/A1160 with a six-core Intel® Xeon® X7460 2.67 GHz processor, and 256 GB RAM on Linux.(2)

The result delivered more than two times higher performance than the top SPECjbb2005 benchmark results on x86 using Sun JVM (3) and nearly three times higher performance than IBM JVM. (4) Additionally, this Oracle JRockit result outperforms similarly sized RISC systems based on Sun JVM running on Sun SPARC by 163 percent (5) and IBM JVM running on IBM POWER by 40 percent. (6)

Oracle JRockit integrates technology from Oracle Fusion Middleware and BEA Systems and illustrates the rapid progress that Oracle is making in combining industry-leading technologies from the two companies into a unified product offering.

The Oracle JRockit family of products, a key component of Oracle Fusion Middleware, provides a comprehensive portfolio of Java runtime solutions that includes the industry's fastest solution for standard Java. (7) Oracle JRockit is a high performance Java Virtual Machine developed to help ensure reliability, scalability, manageability and flexibility for Java applications. Oracle JRockit enables a new level of performance for Java applications at significantly lower costs to the enterprise.

SPECjbb2005 (Java Server Benchmark) developed by the Standard Performance Evaluation Corporation, is a benchmark for evaluating the performance of server side Java. SPECjbb2005 evaluates the performance of server side Java by emulating a three-tier client/server system (with emphasis on the middle tier). The benchmark exercises the implementations of the JVM (Java Virtual Machine), JIT (Just-In-Time) compiler, garbage collection, threads and some aspects of the operating system. It also measures the performance of CPUs, caches, memory hierarchy and the scalability of shared memory processors (SMPs).

Supporting Quotes

“Performance is critically important to our customers and Oracle is committed to ensuring that our solutions perform to exceptional standards,” said Juan Loaiza, senior vice president, Systems Technology, Oracle. “Industry benchmarks such as this showcase the extreme speed of Oracle JRockit and Oracle's family of Java runtime solutions, key components of Oracle Fusion Middleware. Oracle JRockit with the NEC Express5800/A1160 is a combination well-suited for demanding application environments.”

“We are proud of this new world record. We believe that this further proves NEC’s advanced server technology, integrated with powerful Oracle JRockit software, demonstrates the full potential of Xeon-based platforms,” said Yukio Ito, senior vice president, NEC Corporation. “The NEC Express5800/A1160 server is an ideal choice for customers who want to consolidate their middleware applications on a single industry-standard server with the advanced reliability that meets increasing demands of business critical applications.”

"Intel is pleased to expand our work with Oracle, given our established relationship with BEA, to optimize Oracle JRockit on Intel hardware," said Kirk Skaugen, vice president and general manager of Intel's Server Platforms Group. "These results demonstrate the leadership of Intel® Xeon® 7400 series platforms on Java workloads and are yet another example of how great teamwork provides value to our joint customers when migrating off of competing RISC alternatives."

Baca Lebih Lanjut......

Friday, March 20, 2009

Sekadar header

Pengguna email yahoo mungkin terbiasa dengan tampilan baru di yahoo mail. Dengan ragam bingkai dan tabulasi pesan yang dibaca, Yahoo berusaha untuk tampil seperti tampilan email client lainnya. Bahkan terdapat enhancement fitur dengan menanamkan link untuk chat sembari membaca dan membalas email.

Fitur baru ini rupanya merupakan hasil elaborasi mendalam tentang kebiasaan dasar dari jejaring sosial. Bagi yang akrab dengan facebook, twitter, friendster, yahoo, ataupun gtalk, kebutuhan informasi dasar selalu disajikan dalam bentuk short message yang sifatnya instan. baik info tersebut soal status, opini, ataupun sekadar iklan mini. Ke-instan-an ini juga terkait dengan kebiasaan dasar jejaring sosial, yaitu percakapan.

Merespon itu semua tentu dibutuhkan adaptasi kebiasaan terutama dengan pengayaan konten dan fitur yang disajikan. Adaptasi ini terasa menyulitkan ketika infrastruktur jaringan berada di batas minimum. Apapun itu adaptasi kebiasaan ini agak menyulitkan ketika dikombinasi dengan kebiasaan memberikan komentar panjang dan bukan pesan instan.

Berkaca dari pertumbuhan penyuka mie instan. Optimisme tumbuh bahwa jumlah pengguna aktif komunikasi berbasis pesan instan akan melaju kencang dibandingkan pengguna aktif komentas panjang. Semoga hal ini akan memicu para penyedia layanan blog untuk memberikan fitur komunikasi berbasis pesan instan.

 

Technorati Tags: , ,

Baca Lebih Lanjut......

Wednesday, March 11, 2009

Ketika Lima Ribu Mengubah Indonesia

Malam ini ada sedikit kejutan yang menyeranta saya melalui halaman facebook. Ada undangan untuk berbuat mengubah Indonesia dengan mendonasikan lima ribu rupiah. Jumlah yang cukup kecil untuk ukuran para pekerja kantoran di Jakarta, serta jauh lebih murah dari tiket kereta AC Ekonomi Depok-Tanah abang.  

 

Tapi lima ribu adalah aksi yang cukup untuk mengubah Indonesia. Dengan lima ribu, sejuta professional dapat membangun model bagi hasil  dan dukungan modal untuk UKM-kecil dalam 100 aksi nyata. Dengan lima ribu, sejuta penyuka dangdut dapat membangun stasiun radio komunitas untuk 100 wilayah tersebar. Dengan lima ribu, sejuta ibu-ibu rumah tangga dapat membangun  200 tempat pendidikan al-quran di 100 tempat di Indonesia. Masih dengan lima ribu, sejuta pedagang pasar dapat membangun lebih dari 100 sentra distribusi dan pergudangan pendukung pasar tradisional.  

 

Dengan lima ribu, setiap orang Indonesia yang telah jenuh dengan korupsi, pembodohan , kemiskinan serta kesulitan global dapat mulai secara bersama-sama beraksi mengubah Indonesia.

 

Maka jika kita memang ingin Indonesia yang lebih baik, dapat memulai aksi kecil kita melakukan perubahan. Bisa dengan lima ribu rupiah atau dengan sekadar doa.

 

Selamat Malam

 

Anwar Sadat, ST.MT

IT & Telco Project Manager

=======================

Phone : +62 81321666510

=======================

 

Baca Lebih Lanjut......

Sunday, March 08, 2009

Mengirimkan melalui email

Setelah sekian lama vakum, sepertinya saya harus mencoba moda baru post blog melalui email. Dan ini adalah ujicoba pertama

Anwar Sadat, Msc.

IT & Telco Project Manager

=====================

Cellular Phone : +62 81321666510

email : anwar.sadat@gmx.com ; anwar_sadat@lavabit.com

Yahoo Messenger : asik_aja_2001@yahoo.com

=====================

Baca Lebih Lanjut......

Monday, April 28, 2008

Keamanan selalu menakutkan ?

Terbitnya UU ITE kabarny membuat keresahan terutama di kalangan blogger. Dengan dalih keamanan, UU ITE harus diterima. Persis preman yang selalu mampu mendapatkan yang diinginkan, UU ITE didorong dan disokong untuk disahkan.


Ketika 2005, sempat membaca dan menyusun sedikit opini tentang UU ITE. Waktu itu dalih keamanan juga cukup valid. Kalau hari gini pendekatan ini masih dilakukan. Alhamdulillah ternyata pola pikir preman itu memang paling simple untuk diadopsi dan tak perlu sekolah tinggi-tinggi.

Kita memang butuh UU ITE. saat ini dengan ratusan milyar transaksi elektronik perbankan per hari, aneh bin ajaib, tidak ada otoritas pengawas transaksi yang ditunjuk. Dengan jutaan kubik ekspor yang dilakukan perhari, amat tidak lazim tidak ada otoritas pengawas transaksi yang ditunjuk. Dengan volume voucher elektronik yang nilainya miliaran lalu-lalang di bumi Indonesia, amat edan tidak ada otoritas pengawas transaksi yang ditunjuk. Kalau ini salah satu latar belakang hadirnya UU ITE. Cukup sahih untuk kita terima.

Lain soal, kalau UU ini tiba2 dengan sangat cerdas di-interpretasikan untuk membatasi kebloggeran di Indonesia. Dengan amat yakin, tentunya yang menginterpretasikan ini pernah mengalami kekerasan subversi di masa orde baru, dan cukup terpengaruh dengan teori konspirasi. Ah.. naif sekali memprasangkai demikian. Tentu interpretasi yang sangat cerdas ini hadir karena memang ini cerminan nyata tentang rendahnya kepercayaan masyarakat dengan pengelola negeri ini apalagi dengan tata kelola negeri ini.

So.. kenapa buru-buru disahkan, mau deket pemilu lagi? bukankah lebih baik buktikan bahwa pengelola negeri ini bisa dipercaya, dan UU ITE bukan soal besar lagi.


Baca Lebih Lanjut......

Wednesday, January 30, 2008

Optimasi Anggaran Inventori : Pemanfaatan ERP pada rantai pasok

Pemakaian ERP dalam perusahaan manufaktur telah lama dilakukan, umumnya dilakukan pada pengelolaan keuangan dan produksi. Pemanfaatan ERP dalam menangani ketersediaan stok merupakan salah satu alternatif kebijakan manajemen perusahaan dalam menekan biaya operasi. 

Konsep Just In Time dalam pengelolaan inventori material produksi, merupakan contoh yang spektakuler penerapan IT dalam pengelolaan rantai pasok produksi perusahaan. Konsep ini juga pada saat implementasinya sangat bergantung pada kemampuan infrastruktur IT di lingkungan produksi dan rekan kerja pemasok dalam siklus rantai pasok yang ada.

Kembali pada topic tulisan ini, ketersediaan barang penting ketika sistem pengelolaan inventori telah mengalami perluasan dari sekadar pusat distribusi terpusat (central distribution center (CDC)), kemudian menaungi beberapa pusat distribusi tersebar (regional distribution center (RDC)). 

Kemampuan pengelolaan yang mampu memprediksi kebutuhan dan mengatasi permintaan mendadak dari RDC ke CDC menjadi kunci optimasi dengan dukungan teknologi informasi.
Ada dua tantangan yang menghadang dalam optimasi di atas, yaitu : 
  1. Memaksimalkan luas cakupan CDC.
  2. Meminimalkan total biaya sistem dengan cakupan yang ada.

Komponen biaya yang perlu diperhitungkan juga cukup kompleks, meliputi biaya tetap dan biaya tambahan terkait dengan proses pergudangan, transportasi dan pengolahan pesanan (order, yang meliputi rush order, back order, maupn normal order). 
Proses optimasi dilakukan dengan melalui dua tahap yaitu : 
  • Kalkulasi EOQ (economic order quantity), yaitu besaran optimum order yang mungkin terjadi dan besaran paket optimum yang dibutuhkan untuk tiap SKU (Stock Keeping Unit).
  • Optimasi anggaran, yaitu dengan memilih SKU yang akan ditempatkan di gudang regional. Keputusan ini memungkinkan diketahuinya safety stock  (rencana penyimpanan di gudang) dan reorder point (rencana tingkat ketersediaan barang di gudang yang memicu permintaan pasok barang ke gudang).

Kebutuhan Sistem IT

Kebutuhan sistem IT meliputi sistem informasi perencanaan optimasi inventori  dan sistem ERP. Secara sistem ERP memang memungkinkan untuk menghitung EOQ, tetapi kurang mampu untuk menangani kebutuhan kritis sistem seperti:
  1. Kalkulasi ukuran paket optimal sesuai dengan biaya nyata (real cost) yang terjadi. Tingkat kerincian kalkulasi EOQ umumnya belum didukung oleh sistem ERP, dan menyulitkan dalam memodelkannya.
  2. Keterbaruan dan integrasi dalam memberikan keputusan sebuah SKU akan dipasok dan disimpan baik secara terpusat maupun tersebar di regiona, belum sepenuhnya mampu didukung oleh sistem ERP yang ada da saat ini.
  3. Kesibukan pesanan yang terjadi antaran RDC ke CDC dapat dikategorikan pada dua hal yaitu : 
o Back order, yaitu permintaan yang dilakukan karena tidak tersedianya SKU di gudang regional.
o Rush order karena stock out, yaitu permintaan yang dilakukan untuk menutupi batas ketersediaan SKU yang minim walaupun secara normal telah dilakukan order, namun ketersediaannya di gudang regional diperkirakan terlambat. Dengan kondisi ini sangat dimungkinkan terjadi Rush Order Reorder Point (ROROP). Sistem ERP saat ini belum cukup mampu untuk menangani analisis seperti ini.
  1. Ketersediaan SKU juga terkait dengan tingkat layanan (service level) dari distribusi rantai pasok. Kalkulasi yang merupakan gabungan dari perhitungan distribusi permintaan, lead time, keragaman lead time variability, tipikal service-level, EOQ, dan kuantitas permintaan, memerlukan enhancement sistem ERP.

Salah satu cara implementasi optimasi biaya ini ialah dengan memanfaatkan sistem SAP sebagai basis ERP (khususnya modul Material Management dan Sales Distribution) dan melengkapinya dengan modul APO (Advanced Planning Optimization) dan modul IBM DIOS (Dynamic Inventory Optimization Solution) untuk memberikan kemampuan inference pada sistem.


Optimasi Biaya

Optimasi biaya dilakukan dengan memanfaatkan IT untuk secara terintegrasi merencanakan, mengendalikan dan mengoptimalkan anggaran operasi melalui cara :
  1. Menurunkan biaya, yaitu dengan simulasi dan menghitung kebutuhan optimum biaya serta meminimumkan anggaran yang digunakan untuk mencapai kelompok tingkat layanan penyediaan yang diinginkan.
  2. Memaksimalkan layanan ketersediaan stock dengan tingkat layanan yang telah ditetapkan.
Cara pertama dapat dilakukan secara cepat dengan memanfaatkan sistem komputasi dan algoritma pemodelan yang telah ada. Cara kedua dilakukan dengan memberikan kemampuan inference (menyimpulkan) pada sistem sesuai dengan kasus yang terjadi melalui skema analisa what – if.  Pemakaian skema analisa what – if ini memungkinkan sistem untuk secara adaptif melakukan penyimpulan terhadap gejala masalah sesuai dengan kebutuhan prilaku perusahaan.

Anggaran yang dioptimasikan merupakan kompromi antara komponen biaya :
  1. Ukuran optimal paket yang merupakan biaya tetap penanganan paket per order line. Biaya variatif penanganan paket per order line dan biaya tambahan penanganan paket per rush order. 
  2. Biaya Transportasi yang merupakan biaya transport material per kg untuk rush order, back order, dan normal order.
  3. Stock holding rate yang meliputi laju suku bunga mata uang dan laju depresiasi material.  
  4. Biaya ruangan gudang per meter kubik. 
  5. Komponen biaya di atas merupakan sasaran meminimumkan biaya dan memuat faktor hukuman penalty jika tidak dapat diraih. Melalui pendekatan ini, disiplin pengelolaan dapat terbentuk melalui implementasi IT. 


Hasil Implementasi 

Implementasi sistem IT untuk optimasi biaya pada pengelolaan logistic di atas yang telah dilakukan pada perusahaan manufaktur spare-part otomobil di jerman memberikan hasil  penting yaitu : 
  1. Waktu yang dibutuhkan untuk menghitung optimasi biaya yang relatif singkat yaitu selama kurang lebih 20 menit untuk perhitungan 70.000 SKU pada mesin komputasi IBM T-41 thinkpad.
  2. Kualitas optimasi yang dapat dilakukan dengan bergerak sesuai dengan kebutuhan yaitu minimum budget atau maksimum tingkat Pelayanan.
  3. Pemanfaatan sistem selama dua tahun setidaknya telah mecatat bahwa tiap minggu, SKU yang disimpan RDC untuk melayani dealer cukup 70 persen dengan perubahan berkisar 1%.  Kepuasan tingkat layanan mencapai target tingkat layanan dengan variasi 0,2%. 
  4. Keuntungan ini tentunya memberikan nilai tambah penting bagi perusahaan dan mendukung tercapainya standarisasi kualitas operasi yang dilakukan. 

Baca Lebih Lanjut......